Gaduhnya anak muda masa kini karena seringnya ML?

“Eh, ML yuk!”

Ajakan tersebut muncul dari seorang cewek ke teman cowok sebelahnya di tengah ramainya cafe.

Sebuah ajakan yang menggugah baik jasmani walaupun rohani. ML adalah singakatan dari Mobile Legend. Sebuah game MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) dimana lo bisa bertarung secara online melawan user lain atau teman lo sendiri dengan Hero pilihan lo.

Coba deh lo liat sekitar, pasti di antara circle lo pasti ada yang main ML. Kalau lo enggak yakin menebaknya atau malu untuk bertanya karena takut di sangka kuper. Lo bisa cek dari ciri – ciri dibawah ini:

  • Hpnya di pegang secara horizontal
  • Seringnya keluar kata kasar secara tetiba, contoh; “Ah ngentot, bego banget dah!”
  • Menghilang secara tetiba karena butuhnya asupan wifi yang kencang alias fakir wifi.
  • Biasanya kawanan ini sering berkelompok seperti sedang kumpul kebo.
  • Sifat congkaknya tumbuh subur, apalagi sudah mendapati rank Legend
  • Seringnya tidak fokus mengerjakan kerjaannya yang alhasil mendapati teguran dari Orang Tua, Guru, Atasan atau tingkatan paling sadisnya adalah di ambekin pasangan.

Hal – hal diatas adalah bahaya laten yang harus kita waspadai bersama. Mungkin belum ada satupun studi mengenai pengaruh Mobile Legend terhadap volume suara manusia atau terhadap pengembangan kosakata bersifat makian. Namun gw pribadi percaya bahwa ML mempunyai korelasi yang sangat kuat dan berbanding lurus terhadap gaduhnya anak muda masa kini.

Gw sendiri pecandu MOBA dari jaman DOTA hingga Vainglory (VG) pun muncul. Namun tidak berminat pindah ke ML karena (maaf) grafisnya yang jelek kalau dibandingkan VG. Namun cerdiknya Moonton sebagai developer ML melihat kalau smartphone user terbesar adalah mid-low atau kisaran harga 2,5 juta ke bawah yang mempunyai kapasitas storage dan memory tidak seberapa. Apalagi koneksi internet yang kadang tidak menentu, membutuhkan game dengan grafis yang “sedang” saja.

Wabah ML ini menurut gw sama mengganggunya dengan Vape. Dimana keduanya menimbulkan polusi, yang satu polusi udara & mata, yang kedua adalah polusi suara.

Lamun ceuk urang sunda mah, “Gandeng sia!”

Berapa banyak insan manusia yang mencoba mencari ketenangan merasa terganggu karena ML? Kucoba lari ke hutan ada yang ML. Hmm ga enak di denger ya. Oke, gw ulang. Pergi ke cafe ada yang lagi war. Lagi ke parkiran, eh abang – abangnya lagi ML (kok malah makin absurd ya). Ya intinya dunia ini tidak akan jauh dari ML deh.

Yang ngehenya adalah gw sempet kecele pas ada yang ngomong, “Itu ada Hayabusa nyet!” dan “Anjing, Harleynya kenceng banget!”. Dan sontak gw langsung mencoba mencari – cari dimana kedua motor itu berada. Yang ternyata gw ketipu sama bocah – bocah pencari wifi gratis bermodalkan es teh manis ini.

Hayabusa & Harley ini adalah nama hero dari ML ini. Bahkan ada seorang ksatria yang berasal dari kisah Mahabharata yang terkenal di Indonesia, yaitu Gatot Kaca. Sungguh akulturasi budaya yang ciamik dari developer Tiongkok ini. Rupanya kokoh – kokoh disana sangat sigap dalam mengambil hati user di Indonesia. Sewaktu itu Gatot Kaca tidak sendirian, ada nama seperti Garuda, Gajah Mada, Bima, Hanoman, Wiro Sableng bahkan ada nama Nyai Roro Kidul. Gw rasa akan epic sekali kalau ultimatenya Nyai dengan mengibaskan selendangnya dan muncul ombak tinggi menarik para musuhnya. Tapi kayaknya seru juga kalau ada Wiro Sableng dengan Kapak Maut Naga Geni 212. Tapi gw yakin hero ini akan muncul menjelang film Wiro Sableng tayang supaya bisa riding the momentum.

Nyomot dari Google

Gw berharap bisa memiliki remote kayak di film “Click” Adam Sandler. Jadi gw bisa mute bacotnya bocah – bocah (maap) biadab itu.

Tapi fenomena yang paling membuat gw kaget adalah banyaknya cewek yang main ML. Gw masih belum bisa menemukan asal usul fenomena ini. Dari hasil pencarian hanya bilang karena teman – teman yang lain juga pada main. Bukan jawaban yang empiris memang. Tapi ya mungkin mudahnya adalah karena kultur main game mobile khususnya MOBA sudah jadi darah daging di kalangan dedek cabe rawit nan gabut ini. Selain doyan selfie ataupun sibuk liatin feedsnya TikTok dan belajar segala macam trik transisi. Peran cewek dalam bermain ML ini cukup besar karena bisa jadi modus para cowok yang hanya bermodalkan wifi gretongan ini. Belum diketahui berapa banyak pasangan muda mudi yang berawal dari ML ini. Namun dapat dipastikan kalau ML menjadi media mak comblang yang menggeser posisi Facebook.

Apalagi sekarang banyak selebgram cewek yang main ML dan suka gegayaan share rank mereka dan suka jadi interactive quiz kalau menang bisa war bareng. Yang gw cukup yakin itu semua adalah akal – akalan developer yang endorse mereka.

Mungkin kita hanya bisa bersabar menunggu redanya wabah ML ini. Mudah-mudahan Candy Crush bisa menjamur lagi. Game yang enggak buat orang blingsatan teriak – teriak sumpah serapah. Game yang membuat pemainnya berpikir keras bak ujian SMPTN. Dengan level game yang mengalahkan panjangnya episode Tersanjung ataupun Cinta Fitri.

Mari kita sudahi saja gibah ini. Wabillahi taufiq wal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Mohon maaf kalau salah – salah kata. Karena manusia tidak luput dari kesalahan dan kesempurnaan itu hanya milik Allah. Balik lagi ke Dorce Show Show Show

Advertisements

One thought on “Gaduhnya anak muda masa kini karena seringnya ML?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.