Ngabuburead #4 | Apa rasanya naik pesawat hercules untuk pulang kampung?

Di tahun 90an akhir, kami sekeluarga pernah pulang kampung dari Merauke ke Jakarta menggunakan pesawat hercules. Sewaktu itu gw masih SD. Sebagai gambaran dari Merauke ke Jakarta di tahun 90an biasanya memakai pesawat komersial Merpati, dengan waktu tempuh sekitar 7 – 8 jam. Biasanya akan transit di Makassar dan Surabaya yang pasti. Tambahannya bisa ke Jayapura atau Timika. 

Beda dengan naik pesawat komersial yang memiliki pramugari beserta pelayanan dari mulai makanan dan minuman. Selain itu pesawat tahun 90an pun leg room-nya masih cukup luas. Sedangkan naik pesawat hercules berbeda dari semua aspek kecuali mereka sama – sama pesawat terbang ya.

Sewaktu itu kami berkesampatan mencoba 2 tipe pesawat hercules. Rute pertama kalau tidak salah dari Merauke ke Jayapura atau Ambon. Konfigurasinya adalah bangku berahadap – hadapan seperti naik angkot. Tapi bedanya jarak antara bangku ini jauh sekali karena di hadapan kita terdapat kargo – kargo yang besar sekali. Alasnya pun tidak memakai karpet, jadi langsung beralaskan besi/baja. Jadi kalau kita pegang pada saat mengudara, dingin bukan main.

Gw ingat sewaktu kita melewati diatas Gunung Jaya Wijaya, selain mencoba melihat salju dari jendela kecil, gw mencoba untuk memegang dasar pesawat dan ternyata dingin seperti es. Dan suasana didalam pesawat tidak terlalu dingin sekali tapi cukup berangin rasannya. Jadi memang wajib untuk menggunakan jaket supaya tidak masuk angin.

Sesampainya di Jayapura atau Ambon, kami ganti pesawat dengan hercules lain yang ternyata secara dimensi jauh lebih kecil. Ingat betul kecilnya kabin saat itu bangkunya memakain jaring – jaring dengan konfigurasi berhadapan. Ada 2 row yang berhadapan. Ditambah dengan masih banyak orang – orang yang berdiri ditengah – tengah row tersebut. Coba bayangkan, berdiri dari Ambon sampai Jakarta di udara. Mungkin sekitar 3 – 4 jam lebih. Kebetulan kami bisa duduk, tapi salah satu tantangan terbesar adalah yang berdiri kebanyakan pria Maluku dan Papua dengan tangan berpegangan ke atas. Aroma badan yang semeriwing membuat 1 pesawat terjaga selama sisa perjalanan.

Piihan naik pesawat hercules adalah pilihan yang paling murah dan cepat dibadingkan dengan naik pesawat komersial atau kapal ferry. Beda harga pesawat hercules kurang lebih 25% dari harga pesawat komersial.

Pengalaman naik pesawat hercules seperti cita – cita anak kecil yang suka naik pesawat perang yang tercapai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.