Ngabuburead #28 | Bekerja untuk siapa dan buat apa?

Mungkin untuk fresh graduate akan jauh lebih mudah untuk menjawab pertanyaan ini. Kalau melihat gw dulu atau teman-teman kerja yang fresh graduate, jawabannya akan berkutat dengan bekerja untuk diri sendiri atau orang tua, dan bekerja untuk mencari uang dan aktualisasi diri.

Bertahun-tahun setelah bekerja mungkin akan banyak pertanyaan yang menghantui pikiran tentang dua pertanyaan di atas. Terlebih lagi kalau salah satu tujuan sudah tercapai. Bisa jadi target material, posisi, perusahaan atau hasil pekerjaan yang tercapai.

Dalam beberapa studi kasus mengenai alasan pegawai bekerja di perusahaan, perihal remunerasi biasanya akan kalah dengan self development opportunities, working culture, and self actualization. Apalagi di era informasi ini banyaknya Gen Z dan Millennial yang memiliki prinsip untuk mempunyai “value” dari exsitance-nya. Apa kontribusi mereka dalam social impact.

Hal tersebut bukan jawaban benar atau salah. Semua orang punya preferensi masing-masing akan hal tersebut. Akan terbesit memikirkan orang tua kita yang bisa bekerja puluhan tahun mungkin di perusahaan yang sama atau loyal sekali hanya ke beberapa perusahaan. Atau bahkan berdagang dengan semua baik turunnya bisnis tersebut. Apakah mereka memikirkan social impact? Atau hanya sebatas bekerja halal dan bisa menghidupi keluarga. Lalu kemana perginya ego mereka?

Pastinya tidak bisa dibandingkan Apple to Apple karena secara reference dan background yang berbeda. Bisa saja generasi sebelum kita bekerja mati-matian untuk bisa memperbaiki kehidupan secara materil. Atau biasanya bahasa yang digunakan adalah untuk menaikan derajat keluarganya.

Sepertinya tidak ada jawaban yang mutlak untuk kedua pertanyaan di atas. Karena akan tergantung pada keadaan. Satu hal yang bisa dilakukan adalah dengarkan kata hati, mana jawaban yang paling diterima. Walaupun secara logika tidak masuk kedalam perhitungan. Karena ujungnya pekerjaan yang akan menyita setengah waktu hidup hanya akan bergantung pada keleluasaan di hati. Begitu bekerja dengan hati, output pekerjaan mudah-mudahan akan berbuah hasil yang lebih baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.