Pemeran Utama

Ini bukan lagu Raisa ataupun penggalan lirik dari Film Favorit – Sheila On 7. Walaupun secara premis dari tulisan ini berkaitan dalam konsep dengan 2 lagu tersebut.

Dan sepertinya artikel ini pernah gw tulis di notes handphone gw yang dicuri dari saku kemeja gw pada H-1 sebelum lebaran. Sebuah kejadian yang sempat membuat gw freeze beberapa detik.

Okay back to the topic. Bahwa kita semua adalah pemeran utama dalam film hidup kita sendiri. Kalau kata God bless, “Setiap kita dapat satu peranan. Yang harus kita mainkan” dalam Panggung Sandiwara.

Pemikiran tentang dunia ini adalah ilusi, fiksi atau simulasi sudah muncul dalam beberapa literatur seperti dalam buku Butterfly Dream lebih dari 2 millennium lalu atau Descartes yang jauh lebih modern pada 450 tahun lalu. Keduanya berbicara tentang tesis bahwa realitas adalah ilusi.

Kita adalah pemeran utama dalam point of view kita masing-masing. Dalam setiap film pemeran utama sealy melewati konflik besar dalam hidupnya dan seringnya diakhiri dengan akhir yang indah. Walaupun dalam 20 tahun ini pemeran utama banyak yang villain dan plot twist with unhappy ending.

Sebenarnya seru kalau kita memakai “What If” untuk premis “reality is illusion” karena kalian bisa menjadi apapun dengan kondisi yang kita kontrol. Kita bisa mencurahkan mimpi kita untuk utopia yang kita desain dalam buble mind kita sendiri. Contoh yang paling nyata dalam visual adalah “Inception”.

“What If I were a Bruce Wayne?”, you got the money, power, resource and Alfred. Or “What If I were a God?”, more tempting scenario that should be banned from our mind for politically correct reason. Ha!

Untuk tujuan yang lebih positif, dengan konsep tersebut bahkan lo bisa membuat skenario hidup kalian seperti romantic comedy misalnya. All the conflict come at once and goes with happy ending.

Betul kalau konsep tersebut hanya retorikal belaka. Atau bahasa keren-nya distorsi realita. Mungkin kalau bisa sampai level ini antara secara level spiritual sudah mencapai makrifat atau mungkin mengidap schizophrenia.

At the end, any way of thinking that you choose just remember that you’re a player in this big game. Your existence is crucial for other people, you don’t know that maybe other people can still live because of you. Any small thing that you do, may be a domino effect for a greater good. You’re more valuable than you think!

Don’t forget, you’re the star!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.