Aku ini adalah dirimu

Penggalan lirik dari lagu Dewa berjudul Satu. Kalau kita baca sekilas memang hanya seperti lirik puitis Dhani yang lain. Tapi coba kita ganti menjadi, “Aku ini adalah diri-Mu “. Maknanya akan jadi beda dan jadi pertanyaan. Kita yang adalah ciptaan-Nya kok berani -beraninya menyamakan derajat dengan Sang Pencipta. Zat yang dipercaya Agung dan bersemayam di dimensi yang kita tidak ketahui.

Continue reading “Aku ini adalah dirimu”

Advertisements

Manusia Bengong

“Buat saya menciptakan lagu bagus itu seperti pergi ke kamar mandi”, ucap Ahmad Dhani. Ini adalah pernyataan yang gue ingat pada saat di interview bagaimana dia membuat lagu – lagu yang mahadahsyat (sorry agak lebay, maklum baladewa)

Mungkin bagi pencipta lagu lainnya tidak sebegitu mudahnya membuat lagu seperti Ahmad Dhani, butuh waktu berhari – hari bahkan bertahun – tahun untuk menciptakan lagu yang benar – benar bagus. Inspirasi bisa dating kapan saja, dan bengong adalah aktifitas yang mungkin paling banyak dilakukan oleh semua orang bisa sedang berpikir.

Yovie Widianto mungkin sudah menghabiskan berhari – hari bengong demi mendapatkan lagu – lagu pop yang berbobot di awal masa karier nya, tapi seringkali ditolak oleh label karena terlalu “berat”. Maka dia hanya meluangkan waktu 5 menit, dan jadilah lagu “Cantik”. Lagu yang tidak sulit dan tidak melalui waktu yang lama untuk mengolahnya.

Kontemplasi atau bengong adalah kebutuhan dasar setiap dasar manusia menurut gue. Bahkan bila lo merasa itu adalah bukan kebutuhan, ada saat dimana lo tidak sadar dimana lo sedang bengong.

Kita sebagai manusia, melewati jutaan tahun hingga bisa diposisi saat ini. Dan itu tidak terjadi begitu saja dan waktu yang mengubah kita semua. Dengan ditemukannya api oleh Homo Erectus pada 400.000 tahun yang lalu, manusia pada saat itu bisa punya waktu lebih banyak untuk berkontemplasi. Manusia bisa mengolah makanan jauh lebih cepat dan jauh lebih bergizi. Dengan memasak maka volume otak membesar, saluran pencernaan lebih kecil, gigi dan dagu yang mengecil.

Setelah ditemukannya api, manusia saat itu bisa mulai menjelajahi daerahnya pada malam hari, api sebagai perlindungan dari binatang, sebagai penghangat disaat malam yang dingin.

Bagaimana dengan nabi Ibrahim yang selalu berkontemplasi melihat langit, bertanya – tanya apakah matahari itu tuhannya, apakah bintang itu tuhannya, apakah bulan juga tuhannya. Butuh waktu lama sekali sampai beliau mendapatkan wahyu.

Jadi bengong atau berkontemplasi, adalah proses berpikir. Jadi jangan mengganggu temen lo yang sedang bengong, mungkin saja setelah itu dia menemukan ide yang brilian

 

@gugiabdel