Nyai Ontosoroh

“Wanita Solo” karya Basuki Abdullah

Ini bukan puisi untuk Nyai
Tapi untuk sesama yang terzalimi
Bahwasanya tidak akan ada kesetaraan, kedamaian dan keadilan yang penuh
Yang ada hanya derita dan pilu

Apa yang dilakukan Nyai adalah belajar
Menjadi terpelajar haruslah adil, bukan menjadi kerdil
Memperjuangkan hak tidak harus beradu bedil

Sadar bahwa kehidupan bukan suatu yang mutlak
Bukan bergantung takdir tapi bangkit dari titik nadir
Berjuang melawan penindasan walaupun keadilan tak kunjung hadir

Bicara lah, jangan hanya mengganguk mengalah
Karena hidup bukan teater bisu
Yang isinya dipenuhi dengan isu

1 April 02.33

Perempuan


Teriakan lepas seorang perempuan itu menarik perhatian.

Jarang ada seorang hawa yang berani seperti itu.
Biasanya mereka hanya berlindung dibalik jargon “feminist”.
Ah aku malah melantur sexist.

Kesetaraan adalah suatu yang hakiki.
Jadi jangan malah kau maki.
Kodrat bukan berarti tak bisa lepas.
Tapi bagaimana menyikapi.

Tapi tau apa aku tentang perempuan.
Makhluk jelmaan (yang katanya) dari rusuk.
Malah suka merasuk pikiran & jadi impian.
Kadang malah sampai busuk.

13 Mar 23.50