Hujan

image

Sebelumnya, selamat hari hujan.

Sudah 2 hari ini tidak ada keceriaan yang muncul dari atas sana.
Hanya rintikan bahkan derasnya hujan yang membuat semua orang termenung.
Mungkin ada juga yang bahagia dengan datangnya hujan deras ini.
Mereka yang bisa menikmati tenangnya bunyi rintikan hujan bersama kasihnya.
Bersama meminum secangkir teh di temani lagu cinta melengkapi kasih mereka.

Dan pasti ada juga mereka yang hanya meratapi hujan dan membayangkan kasih mereka yang tak sampai dalam genggamannya.
Hanya merangkai memori demi memori untuk memenuhi kenangan dia yang makin sepi.
Kenangan yang makin usang karena termakan waktu.

Hujan memang seperti dua bilah mata pisau. Bisa menyenangkan dan (maaf) menyakitkan.
Udara dingin, bunyi rintikan hujan, hari yang sendu, menjadikan hujan diartikan berbagai makna.
Kita pun hanya bisa berharap kalau matahari tidak lupa untuk datang kembali.
Cerahnya matahari yang membuat senyumnya bisa kita lihat kembali.
Senyum yang selalu mengingatkan kita kepada dia.
Dia yang selalu memenuhi memori tentangnya yang makin usang.

Andai isi kepalaku seperti galeri fotonya.
Aku bisa terus melihat paras indah & senyumnya yang bisa menemaniku di kala hujan ini.

Hujan, tolong cepatlah reda.
Supaya aku tidak terus terjebak dalam fantasi ini.
Matahari, tolong cepatlah muncul.
Supaya aku bisa menemui dia.

Hei kau, tunggu ya. Aku akan datang menjemputmu

Advertisements
Aside

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s