Nabi Jeje Berkhotbah

Jason-Ranti-featured-2
Credit: thecrafters.co

Enggak perlu marah – marah atau teriak – teriak untuk menyampaikan pendapat atau membuat onar di sosial media untuk segala sesuatu yang lo tidak setuju. Dan gw merasa premis tersebut di-amin-kan dengan adanya Jason Ranti (biasa di sapa dengan Jeje ceunah) di blantika khalayak galaksi musik Indonesia yang di penuhi oleh penonton sobat misqin-nya.

Sebelum gw kesampaian nonton Sang Wahai tersebut beraksi di gitar kopongnya, dari tahun lalu gw sudah kepo dengan karyanya. Perjalanan malam panjang yang kurang berfaedah tersebut di mulai dengan melihat video live performance Jeje di Kopi 372 Dago dengan membawakan “Lagunya begini nadanya begitu” pada acara tribut untuk Sapardi Djoko. Ada penggalan lirik yang membuat gw senyum – senyum sendiri adalah “Bolak balik seven eleven ku tulis syair, sebab kurasa disana sangat spirituil”. Tapi sayang, sekarang tempat ibadah para penggemar Lays di campur dengan keju sevel tersebut sudah enggak ada lagi.

Lalu perjalanan malam kurang berfaedah tersebut berlanjut dengan video Stephanie Anak Senie. Kalau engeuh, di detik 1:42 Stephanie ngerokok samsu terbalik, persis dengan kebiasaan gw :(. Lalu juga di detik 3:13 dimana kalian bisa melihat kelihaian Stephanie menggigit ujung plastik isi Intisari untuk dituangkan ke dalam botol aqua kosong. Di sini bisa dilihat bahwa Stephanie memang anak nongkrong sejati. Enggak cuma videonya aja yang sulit buat lo berpaling, deskripsi videonya juga ngehek, dimana Jeje menyebutkan kalau pencipta video tersebut J1DUY berasal dari padepokan tongkrongan pets pets rame rame. Yang dimana padepokan ini sudah terkenal dengan ngebalanya kalau nongkrong dan betaga gaduhnya kalau sudah ada salah satu anggotanya yang memang gitaris terlatih lama di kamar dan tongkrongan.

Selanjutnya perjalanan malam kurang berfaedah tersebut berlanjut dengan video Sounds From The Corner : Live #29 Jason Ranti dimana selama 1 jam 14 menit, beliau berkhotbah dengan semangat yang bisa di lihat dari genjrengan gitar, tiupan harmonika dan teriakannya yang sesekali ada di akhir bait dengan efek echo yang menggelegar. Sepertinya umat yang menonton di sana sudah menjadi mabrur keluar nonton. Percayalah waktumu tidak akan sia – sia kalau melihat video tersebut.

Belum ketahuan sampai sekarang siapa yang pertama kali menobatkan Jeje sebagai Ustadz, Nabi, Pastor, Alim Ulama dan sebutan Sang Wahai lainnya. Tapi menurut gw hal itu jadi relevan sewaktu melihat dia live performance di Soundrenaline 2018. Gw mungkin datang 10 menitan setelah Jeje mulai main. Sewaktu melihat stagenya, hampir semua orang duduk bersila teratur melihat dan mendengarkan Jeje bernyanyi. Setelah mendapat posisi duduk yang enak, gw mulai mengikuti penonton yang lain, untuk duduk sila, tangan di lantai menahan tubuh, dengan mata yang langsung tertuju ke panggung. Mendengar suara penonton yang menyanyi bersama sewaktu lagu “Variasi Pink”. Lalu lanjut dengan “Nakal Boleh Jahat Jangan” dimana ada salah satu penonton teriak  “NAKAL BOLEH JAHAT JANGAN!!” dan di balas dengan Jeje “Iya ngent*t!”. Detik itu juga semua penonton tertawa, seperti memang udah di set kayak di OVJ.

Di balik lirik yang aduhai seperti lagi nonton Stand Up Comedy dengan bit yang memang kehidupan sehari – hari. Kalau melihat bait yang patah – patah, kayak lagi nonton Bintang Bete dan Indra Frimawan. Tapi ditambah dengan petikan gitar yang syahdu dan bereskalasi cepat dengan genjrengan gitar kopongnya, membuat setiap ibadah terasa khidmat dan kadang syahdu.

Kalau ngeliat setiap wawancara Jeje yang enggak pernah serius atau konsisten dalam menjawab pertanyaan seperti “lagunya bercerita tentang apa”. Di salah satu video wawancara dengan Greypoint, Jeje berkata kalau udah capek – capek buat lagu masih ditanyain juga ceritanya tentang apa, mending cerita aja enggak usah nyanyi. Jadi apapun pikiran sewaktu mendengar lirik lagunya, mending coba di resapi sendiri sambil ngerokok, ngopi, ngamer, ngablu dan kegiatan lainnya. Enggak akan ada salah benar untuk mengerti suatu lagu, yang benar hanya menikmatinya.

Yasudah, daripada mencoba mengerti seperti apa khidmatnya ritual ibadah Nabi Jeje, silakan menontonnya langsung. Yang paling deket dan yang gw tahu adalah Synchronize Festival. Yang di mana gw yakin umatnya makin banyak dan bisa jadi penonton terbanyaknya tahun ini.

“Ya Tuhan lindungi aku selalu, Oh ya Tuhan jagalah aku selalu

Dari pasangan yang sadis, lawan jenis yang parasit, dari pejahat kelamin

Semoga semesta mendukung, kuingin murni tanpa dicampur” – Doa Sejuta Umat

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.